Golek" nang kene!!!!

Data Fisik Banyuwangi  

Letak Geografis

Kabupaten Banyuwangi merupakan bagian yang paling Timur dari Wilayah Propinsi Jawa Timur, terletak diantara koordinat 7 43 8 46 Lintang Selatan dan 113 53 114 38 Bujur Timur dan dengan ketinggian antara 25 - 100 meter di atas permukaan laut. Kabupaten memiliki panjang garis pantai sekitar 175,8 km yang membujur sepanjang batas selatan timur Kabupaten Banyuwangi, serta jumlah pulau ada 10 buah.

Batas-batas wilayah Kabupaten Banyuwangi :

1.
UtaraKabupaten Situbondo dan Bondowoso
2.
TimurSelat Bali
3.
SelatanSamudera Indonesia
4.
BaratKabupaten Jember dan Bondowoso

Luas Kabupaten Banyuwangi 578.250 Ha atau 5.782,50 Km2 yang terdiri dari :
1. Hutan 183.396,34 Ha (31,72%)
a. Hutan Lindung 38.103,56 Ha
b. Hutan Produksi 79.851,53 Ha
c. Hutan Konservas
- Taman Nasional 63.835,00 Ha
- Cagar alam 1.514,25 Ha
- Taman Wisata 92,00 Ha
d.Hutan Kritis 0,00 Ha
2. Persawahan / Sawah 66.647,00 Ha (11,53%)
- Sawah Irigasi Teknis 64.469,00 Ha
- Sawah Irigasi Teknis 1.914,00 Ha
- Sawah Irigasi Sederhana 292,00 Ha
- Sawah Tadah Hujan 0,00 Ha
3. Lahan Kering 225.382,09 Ha
- Tegalan 16.215,33 Ha
- Kebun Campuran 2.161,10 Ha
- Perkebunan Rakyat 31.249,00 Ha
- Perkebunan Besar 48.395,21 Ha
- Pemukiman 125.240,95 Ha (21,66%)
- Tambak 1.782,50 Ha
- Tanah Rusak / Tandus 338,00 Ha
4. Lain-lain 102.796,57 Ha *

Kota Banyuwangi sebagai ibu kota Kabupaten Banyuwangi berada di koordinat 8o1320,19 S dan 114o2159,63E (Kantor Pemkab Banyuwangi) dapat dicapai melalui :

1.Lewat darat dari arah selatan Banyuwangi, via bus dari Jakarta Surabaya Jember Banyuwangi
(Turun di Terminal Brawijaya, Karangente).
2.
Lewat darat dari arah utara Banyuwangi, via bus dari Jakarta Surabaya Situbondo Banyuwangi
(Turun di Terminal Induk Sritanjung Ketapang).
3.Lewat darat, via Kereta Api dari Jakarta Surabaya Banyuwangi (Dapat turun di Stasiun Karangasem,
Stasiun Argopuro dan terakhir stasiun Banyuwangi Baru Ketapang)
4.
Lewat darat, via bus dari Denpasar Gilimanuk Banyuwangi.
5.Lewat Udara (masih dalam Tahap Pembangunan Lapter Blimbingsari), kurang lebih 15 menit perjalanan
ke Pusat Kota Banyuwangi.


Apabila para Tamu Masyarakat Banyuwangi ini sudah sampai di titik titik pemberhentian angkutan transportasi (terminal), disana sudah tersedia berbagai angkutan dalam kota yang siap setiap saat antara lain Lin Kota, Taxi argo dll.
Pengrajin batik dan galery batik Banyuwangi dapat ditemui di :
-
VIRDES COLLECTION
Toko penjualan dan sentra industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan menghasilkan 3.000 M. Terletak di Dsn. Simbar Rt.01 Rw.II Ds. Tampo Kec. Cluring. Telp. (0333) 394214
-
TIRTA WANGI
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan menghasilkan 2.550 M. Terletak di Jl. Agung Wilis Banyuwangi
-
SRI TANJUNG
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan dapat menghasilkan 2.550 Meter. Terletak di Jl. Tarakan 13 Banyuwangi. Telp. (0333) 41506 - 423313
-
SAYU WIWIT
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan dapat menghasilkan 7.500 M. Terletak di Jl. Sidopekso Kel. Temenggungan Kec. Banyuwangi. Telp. (0333) 422642

VIRDES COLLECTION
Toko penjualan dan sentra industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan menghasilkan 3.000 M. Terletak di Dsn. Simbar Rt.01 Rw.II Ds. Tampo Kec. Cluring. Telp. (0333) 394214
-
TIRTA WANGI
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan menghasilkan 2.550 M. Terletak di Jl. Agung Wilis Banyuwangi
-
SRI TANJUNG
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan dapat menghasilkan 2.550 Meter. Terletak di Jl. Tarakan 13 Banyuwangi. Telp. (0333) 41506 - 423313
-
SAYU WIWIT
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan dapat menghasilkan 7.500 M. Terletak di Jl. Sidopekso Kel. Temenggungan Kec. Banyuwangi.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


P. Tabuhan Riwayatmu.....  

Wah, harus bangga atau gimana nih.
P. Tabuhan diakui kecantikannya oleh wisatawan asing.
Tapi ko' mw di sewa ya...
Hmmm....


Sedikit cerita asal muasal P. Tabuhan dan kenapa dinamakan P. Tabuhan.
Menurut nelayan disekitar, P. Tabuhan aslinya bernama P. Menjangan (karena disana banyak terdapat Menjangan/Kijang. Karena di setiap malam Jum'at Legi (Menurut kepercayaan nelayan sekitarnya)sering terdengar tabuh-tabuhan dari gamelan yang dipakai untuk mengiringi tari-tarian. Dari kejadian itulah disebut P. Tabuhan yang berasal dari kata tabuh-tabuhan (Bunyi-bunyian.

P. Tabuhan sendiri terletak di Selat Bali. Tapi termasuk wilayah Banyuwangi karena terletak di sebelah timur Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kota Banyuwangi sebelah utara.
P. Tabuhan merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Keadaan alamnya masih alami. Keindahan alamnya masih belum terjamah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Tapi sayangnya, mengapa harus orang asing yang akan menikmati keindahan pulau yang belum terjamah ini. Kemanakah LAROS yang akan mempertahankan kekayaan alam Banyuwangi.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Puasa Rajab  

Walaupun sudah memasuki hari ke 11 di Bulan Rajab, Semoga artikel ini tidak terlambat. Tidak ada kata terlambat daripada tidak sama sekali.
Keutamaan di BUlan Rajab adalah :


• Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
• Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
• "Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
• Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
• Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya
akan dikabulkan;
* Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan
mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya
dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH
akan menambahkan pahalanya.”
Sabda Rasulullah SAW lagi :
“Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari
madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya
bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”
Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang
membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.
Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :
“Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu
Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau
berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:”Ya Rasulullah
mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda :”Wahai Tsauban, mereka itu
sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa
kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka”.
Sabda beliau lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau
berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka
tidak akan disiksa di dalam kubur.”
Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa satu hari dan
beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa
kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya
sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu
hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan
Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti
berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.”
Sabda beliau lagi: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban Adalah
bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada
dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan
orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab,
Sya’ban dan bulan Ramadhan.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Bahasa Indonesia Umbul-umbul Belambangan  

Bendera Blambangan

Bendera Belambangan 3 x
Bendera Belambangan sayang…
He Bendera he Belambangan 2 x

Belambangan, Belambangan
Tanah Jawa ujung timur
Tak akan pernah bosan tak akan bosan
Aku menyebut namamu
Belambangan, Belambangan

Mengalun merdu Paman
Suaranya lagu Blambangan
Merambah seluruh nusantara
Banyuwangi..... barat gunung timur lautan
Utara dan selatan hutan angker
Terlebih-lebih
Belambangan... Belambangan

Jangan tanya senang susah yang ditanggung
Tanah indah... terhampar di taman sari nusantara
He... Belambangan ... He... Belambangan
Terhampar di taman sari nusantara

Belambangan he senang susah jangan ditanya lagi
Sudah beberapa jaman turun temurun yang terlewati
Banyak peristiwa tapi langitmu masih biru
Masih besar masih melimpah ombak lautmu

Belambangan he,... gunung-gunungmu masih perkasa
Sawah dan ladangmu luas masih subur menghidupi
Takkan kesusahan air mengalir masih besar sumbermu
Rakyatnya masih kompak mengukir dan membangun tidak selesai-selesai

He Belambangan jangan surut air laut
Takkan bisa surut kasih setya baktiku
Barang siapapun yang mencoba merusak
Kan ku bela ku hadang ku

Bau harum darah Sritanjung yang masih semebar
Marahnya satria MenakJInggo masih hidup di dada
Masih tebal kesaktian Tawang Alun dan Agung Wilis
Masih membara tekatnya Sayuwiwit
Dan pahlawan Empat puluh lima

Berdirilah tegak Berdirilah tegak
Bendera Belambangan
Berdirilah tegak adil dan makmur
Nusantara................

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Video lagu umbul-umbul blambangan  

http://www.youtube.com/watch?v=8MTiIRsWH9s


http://www.youtube.com/watch?v=rSl0Sx2g_fA

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Lirik Lagu Umbul-Umbul Blambangan  

UMBUL-UMBUL BLAMBANGAN
Lagu&Arr : BS. NOERDIAN
Lirik : ANDANG CY
Dipopulerkan oleh Bupati Banyuwangi (Samsul Hadi)
Bul-umbul Belambangan 3x
Umbul-umbul Belambangan eman…
He umbul-umbul he Belambangan 2x

Belambangan, Belambangan
Tanah Jawa pucuk wetan
Sing arep bosen sing arep bosen
Isun nyebut-nyebut aran ira
Belambangan, Belambangan
Membat mayun Paman
Suwarane gendhing Belambangan
Nyerambahi nusantara
Banyuwangi… kulon gunung wetan segara
Lor lan kidul alas angker
keliwat-liwat
Belambangan.. Belambangan
Aja takon seneng susah kang disangga
Tanah endah… gemelar ring taman sari nusantara
He.. Belambangan… He Belambangan
Gemelar ring taman sari nusantara
Belambangan he seneng susahe wistah aja takon
Wis pirang-pirang jaman turun temurun yong wis kelakon
Akeh prahara taping langitira magih biru yara
Magih gedhe magih lampeg umbak umbul segaranira
Belambangan he.. gunung-gunungira magih perkasa
Sawah lan kebonanira wera magih subur nguripi
Aja kengelan banyu mili magih gedhe seumberira
Rakyate magih guyub ngukir lan mbangun sing mari-mari
He Belambangan lir asata banyu segara
Sing bisa asat asih setya baktinisun
Hang sapa-sapa baen arep nyacak ngerusak
Sun belani sun dhepani sun labuhi
Ganda arume getih Sritanjung yong magih semebrung
Amuke satria Menakjingga magih murub ring dhadha
Magih kandel kesaktenane Tawang Alun lan Agung Wilis
Magih murub tekade Sayuwiwit
Lan pahlawan petang puluh lima
Ngadega jejeg … ngadega jejeg
Umbul-umbul Belambangan
Ngadega jejeg adil lan makmur
Nusantara…………
Banyuwangi, 1974

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Award neh!!!!  

Sok-Keren

neh ada award dari Rizalda gokil abis

disuruh pasang futu paling gokil 'n sok keren abis binun neh ft yg mana. Hehehehe...... Cz smuanya sok keren abissss.......

Hehehehe..............

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Kapan Jembatan Penghubung Jawa-Bali????  

Wah, Jawa dan Madura sudah terhubung dengan aanya Jembatan Suramadu...
Jembatan Suramadu adalah jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, yang menjadikannya salah satu landmark dan ikon Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur. Jembatan Suramadu memiliki panjang 5.438 m dan menghubungkan pulau Jawa (di Surabaya) dan pulau Madura (di Bangkalan).
Sekarang kapan dung Pulau Jawa dan Pulau Bali terhubung seperti itu???
Hayoooooooo......... Kug cuman Madura saja???
Banyuwangi - Bali kapan dunk????

Hehehehe........ (^_^)
Coment yah......!!!!

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Badai Ilsa Melanda Banyuwangi  


Gara-gara badai satu ini, Pelabuhan Ketapang di tutup beberapa jam tiap harinya. Pada tanggal 18 Maret 2009 penyeberangan Ketapang yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali ini ditutup sekitar 5 jam dari pukul 13.50 WIB sampai 16.45 WIB. Karena kecepatan angin menembus angka 40-50 kilometer per jam.
Bahkan sebuah tugboat dan tongkang penarik batu bara sempat karam di perairan Selat Bali karena dihajar angin dan gelombang tinggi

Emang apa sih Badai Ilsa itu?
Badai Ilsa itu adalah siklon tropis atau badai yang memiliki kecepatan hingga 31 kilometer per jam ke arah barat daya. Badai ini hanya muncul pada bulan Maret. Berdasarkan pantauan citra-satelit, badai ini berada di koordinat 135,5 LS-113,4 BT. Tepatnya berada di selatan hingga barat daya atau 560 kilometer selatan Denpasar. Sementara di sekitar siklon tropis tersebut, kecepatan angin bisa mencapai 65 kilometer bahkan lebih.

Imbas badai Ilsa ini akan mempengaruhi cuaca di Banyuwangi dan sekitarnya. Salah satunya adalah munculnya angin kencang dan tingginya gelombang air laut. Di samudera Hindia, ketinggian ombak diperkirakan akan mencapai lebih dari dua meter, sedangkan di Selat Bali tinggi gelombang berkisar antara 0,8 meter hingga 1,5 meter.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Makna Lambang Daerah Banyuwangi  


Makna Lambang Kabupaten Banyuwangi


MAKNA BENTUK LAMBANG

1. DAUN LAMBANG BERBENTUK PERISAI, di tengah- tengah lambang berdiri tegak lurus garis berwarna
putih membelah dasar lambang secara simetris menjadi dua bagian sebelah kiri warna hitam, bagian sebelah kanan warna hijau.
2.
DALAM LAMBANG TERTULIS PETA KABUPATEN BANYUWANGI, dengan dibatasi oleh gambar padi
berbutir 17 sebelah kanan dan 8 buah kapas sebelah kiri. Selat Bali dan Samudra Indonesia serta Kawah Ijen dilukiskan dengan warna biru.

3. DI BAGIAN ATAS TENGAH, yakni di atas Peta Kabupaten Banyuwangi terlukiskan sebuah bintang
bersudut lima dengan warna kuning emas melekat pada garis tegak lurus tersebut di atas. Bintang tersebut bersinar lima.
4.
PITA KUNING, menghiasi bagian bawah dengan berisikan tulisan B A N Y U W A N G I, dengan warna
merah.
5.
PITA PUTIH SEBAGAI DASAR, pada bagian bawah di luar daun lambang dengan berisikan tulisan
SATYA BHAKTI PRAJA MUKTI, berwarna hitam, yang menyatu garis tepi perisai.


MAKNA BAGIAN-BAGIAN LAMBANG

1. DAUN LAMBANG BERBENTUK PERISAI, adalah lambang keamanan dan ketentraman serta kejujuran
melambangkan dasar dan keinginan hidup rakyat Kabupaten Banyuwangi.
2.
BINTANG DENGAN WARNA KUNING EMAS, adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa, bersudut lima
dan bersinar lima dengan garis tegak berarti berdiri tegak atas dasar Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah Negara yang senantiasa dijunjung tinggi serta selalu menyinari jiwa rakyat Kabupaten Banyuwangi. Bintang bersinar lima menyinari Peta Kabupaten Banyuwangi, padi dan kapas.
3.
PADI DAN KAPAS, lambang sandang pangan yang menjadi kebutuhan pokok rakyat sehari-hari,
gambar padi berbutir 17 buah dan kapas 8 buah melambangkan saat-saat kramat bagi Bangsa Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.
4.
PETA KABUPATEN BANYUWANGI, yang terdapat banyak sungai-sungai dilukiskan warna kuning dan
hijau serta di lingkungan Selat Bali dan Samudra Indonesia melambangkan sumber kemakmuran daerah.
5.
PITA BERISIKAN TULISAN BANYUWANGI, menunjukkan Daerah Kabupaten Banyuwangi.
6.
PITA DASAR DENGAN WARNA PUTIH, berisikan tulisan SATYA BHAKTI PRAJA MUKTI menunjukkan
makna selalu mengabdi kepada kebenaran demi kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Tata Busana Tari Gandrung  


Tata busana penari Gandrung Banyuwangi khas, dan berbeda dengan tarian bagian Jawa lain. Ada pengaruh Bali (Kerajaaan Blambangan) yang tampak.
Bagian Tubuh
Busana untuk tubuh terdiri dari baju yang terbuat dari beludru berwarna hitam, dihias dengan ornamen kuning emas, serta manik-manik yang mengkilat dan berbentuk leher botol yang melilit leher hingga dada, sedang bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan terbuka. Di bagian leher tersebut dipasang ilat-ilatan yang menutup tengah dada dan sebagai penghias bagian atas. Pada bagian lengan dihias masing-masing dengan satu buah kelat bahu dan bagian pinggang dihias dengan ikat pinggang dan sembong serta diberi hiasan kain berwarna-warni sebagai pemanisnya. Selendang selalu dikenakan di bahu.

Bagian Kepala
Kepala dipasangi hiasan serupa mahkota yang disebut omprok yang terbuat dari kulit kerbau yang disamak dan diberi ornamen berwarna emas dan merah serta diberi ornamen tokoh Antasena, putra Bima] yang berkepala manusia raksasa namun berbadan ular serta menutupi seluruh rambut penari gandrung. Pada masa lampau ornamen Antasena ini tidak melekat pada mahkota melainkan setengah terlepas seperti sayap burung. Sejak setelah tahun 1960-an, ornamen ekor Antasena ini kemudian dilekatkan pada omprok hingga menjadi yang sekarang ini.
Selanjutnya pada mahkota tersebut diberi ornamen berwarna perak yang berfungsi membuat wajah sang penari seolah bulat telur, serta ada tambahan ornamen bunga yang disebut cundhuk mentul di atasnya. Sering kali, bagian omprok ini dipasang hio yang pada gilirannya memberi kesan magis.
Bagian Bawah
Penari gandrung menggunakan kain batik dengan corak bermacam-macam. Namun corak batik yang paling banyak dipakai serta menjadi ciri khusus adalah batik dengan corak gajah oling, corak tumbuh-tumbuhan dengan belalai gajah pada dasar kain putih yang menjadi ciri khas Banyuwangi. Sebelum tahun 1930-an, penari gandrung tidak memakai kaus kaki, namun semenjak dekade tersebut penari gandrung selalu memakai kaus kaki putih dalam setiap pertunjukannya.
Lain-lain
Pada masa lampau, penari gandrung biasanya membawa dua buah kipas untuk pertunjukannya. Namun kini penari gandrung hanya membawa satu buah kipas dan hanya untuk bagian-bagian tertentu dalam pertunjukannya, khususnya dalam bagian seblang subuh.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


SITUS-SITUS Di BUMI BLAMBANGAN  

- Makam-Makam Bupati Banyuwangi
Barat pengimaman masjid Baiturrohman terdapat makam-makam bupati Banyuwangi antara lain : Wiroguno II (1782-1818), Suronegoro (1818-1832), Wiryodono Adiningrat (1832-1867), Pringgokusumo (1867-1881), Astro Kusumo (1881-1889), sedangkan Bupati pertama Banyuwangi Mas Alit (1773-1781) gugur dan dimakamkan di Karang Asem Sedayu. Hanya bajunya saja yang dikebumikan di taman pemakaman tersebut.

- Masjid Jami’ Baiturrohman
Tanah wakaf dari masa (Wiroguno I) yang direhap pertama kali pada masa Raden Tumenggung Pringgokusumo. Dulu terdapat kaligrafi bertuliskan Allah Muhammad yang ditulis oleh Mas Muhammad Saleh dengan pengikutnya Mas Saelan. Mulai tahun 2005 sampai sekarang Masjid ini masih dalam tahap renovasi dan akan menjadi salah satu aikon Banyuwangi setelah selesai di renovasi.

- Sumur Sri Tanjung
Ditemukan pada masa Raden Tumenggung Notodiningrat (1912-1920). Terletak di timur Pendopo Kabupaten. Sri tanjung dan Sidopekso merupakan legenda turun-menurun yang merupakan kisah asmara dan kesetiaan yang merupakan cikal bakal Banyuwangi.
Konon jika sewaktu-waktu air sumur berubah bau menjadi wangi maka itu akan menjadi suatu pertanda baik / buruk yang akan menimpa suatu daerah ataupun bangsa ini.


- Musium Blambangan
Berlokasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Awalnya didirikan oleh Bupati Banyuwangi Djoko Supaat Selamet yang berkuasa pada tahun (1966-1978) di kompleks pendopo Kabupaten Banyuwangi namun pada tahun 2004 Musium direlokasikan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi hingga sekarang.
Koleksi yang dimiliki oleh museum antara lain: Berbagai macam kain batik, contoh rumah adat using Banyuwangi, kain-kain dari masa lampau, replica seni musik angklung, aneka macam senjata perang, alat-alat musik peninggalan Belanda, dan yang paling menarik perhatian pengunjung untuk melihat replica Barong dan penari Gandrong yang menjadi simbol Kota Banyuwangi

- Sonangkaryo
Sonangkaryo adalah umbul-umbul kerajinan Blambangan, menurut Mishadi hasil wawancara dengan Sayu Darmani (Tumenggungan) bahwa ibunya yang bernama Sayu Suwarsih telah lama menyimpan Sonangkaryo tersebut, namun ketika dirasa tidak kuat lagi mengemban amanah tersebut, maka dibuanglah satu kotak pusaka yang berisi umbul-umbul Sonangkaryo, Cemeti, dan Lebah penari musuh.

- Tugu TNI 0032
Taman Makam pahlawan yang terletak di bibir pantai Boom merupakan pertempuran tentara laut NKRI yang dipimpin oleh Letnan Laut Sulaiman melawan AL, AD, dan AU Belanda pada tanggal 21 Juli 1947. Tugu tersebut disahkan oleh Presiden RI yang pertama yaitu Bung Karno.

- Benteng Ultrech (Kodim)
Berada di batas selatan markas Kodim, dulu terdapat rumah nuansa Portugis yang dijadikan sebagai tempat pengintaian Balanda terhadap gerak-gerik orang Blambangan di pendopo pada masa pemerintahan Mas Alit.

- Inggrisan
Dibangun oleh Belanda sekitar tahun 1766-1811, yang luasnya sekitar satu hektar, merupakan markas yang dulunya bernama Singodilaga, kemudian diganti dengan nama Loji (Inggris = Lodge, artinya penginapan / pintu penjagaan) yang disekitarnya dibangun lorong-lorong terhubung dengan Kali Lo (Selatan), dan Boom (Timur) akhirnya diserahkan kepada Inggris setelah Belanda kalah perang (Sumber Java’s Last Frontier, Margono. 2007),selatan berupa perkantoran yang disebut Bire (Sekarang Telkom) dan kantor pos, di daerah tersebut pernah terjadi peristiwa yang hamper mirip dengan peristiwa di hotel Yamato, Surabaya, yaitu orang-orang Blambangan dengan berani merobek bendera belanda yang berwarna merah putih biru menjadi merah putih saja.
Depan Inggrisan terdapat Tegal Loji, selatannya adalah perkampungan Belanda (Kulon dam), timurnya adalah Benteng Ultrech dan tempat penimbunan kayu gelondongan (sekarang Gedung Wanita) sebelah utara dulu sebagai kantor regent dan garasi kuda mayat (sekarang Bank Jatim) dan perumahan Kodim sekarang, dulu adalah markas polisi Jepang / kompetoi lalu jaman Belanda dijadikan perumahan svout.

- Makam Datuk Malik Ibrahim
Salah satu Waliyullah keturunan Arab Saudi yang banyak di kunjungi peziarah dari dalam dan luar Banyuwangi terletak di Desa Lateng Banyuwangi.

- Konco Hoo Tong Bio
Terletak di Pecinan kecamatan kota Banyuwangi pada waktu terjadi pembantaian orang-orang Cina oleh VOC di Batavia, seorang yang bernama Tan Hu Cin Jin dari dratan Cina yang menaiki perahu bertiang satu.
Perahu tersebut kandas di sekitar pakem dan Tan Hu Cin Jin memutuskan menetap di wilayah Banyuwangi. Untuk mengenang peristiwa tersebut, didirikanlah klenteng Hoo Tong Bio.
Setiap tanggal 1 bulan Ciu Gwee (kalender cina), pada tengah malam sebelum tahun baru diadakan sembahyang bersama. Dalam acara tahun baru Imlek kesenian barong Said an Kong-kong ditampilkan, kemudian ada sebuah acara yang disebut Cap Go Mee dirayakan pada hari ke 15 sesudah tahun baru Imlek, dengan mengarak patung yang Maha Kong Co Tan Hu Cin Jin keliling disekitar kampung pecinan. Hal ini dimaksud kan untuk menolak bala’ dan mengharap berkah kepada Tuhan. Acara ini dimiriahkan dengan tarian barongsai dan berbagai kesenian daerah lainnya. Makanan khas yang disajikan adalah lontong Cap Go Mee.

Tak hanya itu, Hari ulang tahun tempat ibadah Tri Dharma “Hoo tong Bio” yang dibangun pada tahun 1781, ucapan itu bertujuan untuk memperingati kebesaran yang mulia Kong Co Tan Hu Cin Jin dan biasanya doadakan pd tanggal 27 Agustus.

- Watu Dodol
Sebuah batu besar terletak di daerah ketapang yang pernah ditarik oleh kapal Jepang, pernah dijadikan benteng pertahanan Jepang pada masa perang dunia II, dan pada maa setelah kemerdekaan dijadikan tempat pendaratan Belanda antara lain 14 April 1946 yang mendapatkan perlwanan orang Banyuwangi dibawah kepemimpinan Pak Musahra (orang tua dari Lurah Astroyu), 20 Juli 1946 Belanda mendapatkan perlawanan dari Yon Macan Putih yang dipimpin oleh Raden Abdul Rifa’I dan Letnan Ateng Yogasana, 21 Juli 1947, Yon Macan Putih yang berhasil menenggelamkan kapal dan tengker milik Belanda.
Sejak dahulu kala tempat ini dijadikan tempat Upacara Agama Hindu yaitu Jala Dipuja / Melasti / Melayis yang di maksud untuk memohon anugerah dari penguasa laut, pelaksanaannya bertepatan pada saat mentari bergeser ke Utara khatulistiwa sebelum datangnya hari raya Nyepi.
Upacara ini dipimpin oleh seorang pendeta yang memberkati umatnya dengan cara mencipratkan “Tirta Suci” yaitu air suci yang diambil dari sumur pitu (tujuh sumber air). Beberapa sesaji diarak ke laut atau di mata air.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Seblang Bakungan Dance  

The purpose of this performance is the same as the Seblang Olehsari. However, the performance is shorter; Seblang Bakungan is performed for only one night. It is organized after one night of Idul Adha (an Islamic holiday). Seblang Bakungan is performed after the evening prayer. The people parade around the village carrying torches. An old woman dances in the Seblang Bakungan in front of Sanggar (a small stage used as a place for some seeds). After being put into a trance, the dancer is possessed by the Seblang spirit. She dances while following the tone of the music and the songs. There are 12 songs in the performance. The songs tell about the rebellion against the Dutch colonialists. The performance finishes in the middle of the night after the performance of “Adol Kembang” (selling flowers). The spectators, then, snatch away the seeds, plants and wind mill on the stage which is called “sanggar”.

Patrol Traditional Performance
Patrol is the typical ethnic music of Banyuwangi where all the musical instruments are made of Bamboo. They are katir, gong kemput, angklung renteng, kethuk, kendhang and flute. This composition is a culture activity of the native Banyuwanginese. The patrolis is performed during a night of the fasting month (Ramadhan:based on the calendar of Islam). The main purpose of the performance is to guard the village and wake the people up to eat sahur. The songs are taken from the Kitab Berjanji and are traditional songs of Banyuwangi. Groups from all of the villages in Banyuwangi participat in the festival of Patrol Music. A musical group is comprise of 15 persons.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Seblang Olehsari Dance  

Seblang is a village ceremony to ward off misfortune which is called seblang. The Seblang Olehsari is performed for seven days. A virgin girl dances in a trance during the performances. She dances while 28 songs are sung by several sindens, the singers in the performance.

Seblang Olihsari dance is Seblang dance that held in Olihsari village. This dance usually held a week after Id Fitr. The dancers of Seblang Olihsari dance must young girls. The music instruments of Olihsari Seblang are a kendang, a kempul or gong, two saron and viola. Its costumes made of banana wicker till covered the dancer’s face, while up part are fresh flowers and add with a small mirror located in the middle of Omprok.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Tirta Wangi  


Tidak asing lagi bagi masyarakat Banyuwangi. Taman kebanggan yang terletak di sebelah selatan Kota Banyuwangi. Tepatnya di dekat Polres Banyuwangi dan terminal Karangente. Terdapat pula monumen Tirta Wangi yang dilambangkan oleh Kereta Kencana Srikandi yang ditarik oleh 6 kuda.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Perang Bangkat  

Masyarakat asli Banyuwangi punya cara unik dalam melangsungkan prosesi pernikahan. Mereka selalu melakukan tradisi perang bangkat. Tapi, jangan salah perangnya tidak seperti Perang pangeran Diponegoro dengan cara gerilya ataupun Perang Arek-arek Suroboyo menumpas Sekutu. Perangnya sebagai berikut.

”Soraaaak......, ayo maju!” tegas ketua rombongan mempelai pria saat berjalan mendekati rumah pengantin putri. Dengan membawa berbagai kebutuhan rumah tangga, iring-iringan rombongan mempelai pria itu terus bergerak. Setiba di dekat rumah pengantin putri, mereka dihadang oleh jambangan (terpasang selembar kain jarit yang diibaratkan sebagai gerbang).
Dari dalam gerbang, salah satu keluarga pengantin putri yang jadi penjaga gerbang menanyakan keperluan datangnya rombongan tidak dikenal itu. Begitu dijawab bahwa maksud kedatangannya adalah melamar sang putri, penjaga gerbang itu langsung ma rah dan menolak mereka. ”Kami akan tetap melamar sang putri,” tegas ketua rombongan pengantin pria.
Penjaga gerbang dan ketua rombongan pengantin putri, sempat adu mulut. Hingga akhirnya, keduanya bertarung (perang) dengan menggunakan berbagai senjata. Tapi senjatanya bukan senjata yang lazim digunakan untuk berperang. Mereka menggunakan senjata alat dapur seperti irus (sendok untuk kuah), siwur (gayung), kelapa, telur dan bahkan ayam hidup. Dalam perang ini, pihak penjaga gerbang ternyata kalah. ”Kalau begitu, lamaran saya terima. Tapi, kami minta syarat,” pinta penaga gerbang itu.
Sebagai syarat, ketua rombongan lalu menyerahkan berbagai ’upeti’ seperti kasur dan bantal, kembang pancawarna, wanci kinangan, wanci kendi, dan sebagainya. ”Semua ini, kami serahkan untuk sang putri sebagai syarat,” cetus ketua rombongan mempelai pria. Perang bangkat diakhiri dengan dipertemukan pasangan pengantin. Keduanya diminta untuk bersalaman sambil didoakan oleh sesepuh suku Using. Prosesi ini mirip dengan proses ijab dan kabul. Tapi bukan ijab dan kabul lho!!! Ini hanya tradisi.
Sekilas pelaksanaan perang bangkat yang menjadi tradisi khusus suku Using pada pernikahan. Dalam upacara itu, peran ketua rombongan dan penjaga gerbang dilakukan sesepuh Suku Using yang dianggap memiliki kelebihan tertentu.
Pernikahan yang diharuskan melaksanakan tradisi eprang bangkat ini, ternyata hanya berlangsung dalam kondisi tertentu saja. Bila kedua pasangan pengantin itu sama-sama anak sulung atau bungsu, maka perang bangkat harus dilaksanakan, atau sulung dapat anak bungsu.
Upacara tradisi perang bangkat ini, semuanya berupa simbol-simbol. Alat perang berupa irus, siwur, kelapa dan telur menjadi simbol agar pasangan pengantin ini bisa langgeng. ”Irus” maksudnya pasangan pengantin harus terus sampai kakek-nenek hingga meninggal, sedang ”siwur” itu maksudnya kalau ngomong jngan ngawur (asal).
Entah sejak kapan upacara atau ritual perang bangkat dilaksanakan, yang jelas prosesi ini sudah menjadi tradisi turun temurun. Perang bangkat ini diibaratkan seperti tolak balak, kalau tidak melakukan biasanya pasangsan pengantin akan banyak godaan dan rintangan.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Barong Ider Bumi  


Barong Ider Bumi merupakan salah satu upacara adat tahunan yang dilakukan masyarakat suku Using, Banyuwangi. Ritual ini masih sering diadakan di desa adat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Kegiatan Barong Ider Bumi ini rutin diadakan setiap tahun, biasanya dilaksanakan dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Iring-iringan barong itu diarak keliling kampung dengan dikawal tujuh perempuan tua yang membawa ubo rampe (perkakas ritual). Kirab barong itu juga disertai lima perempuan pembawa beras kuning dan uang Rp. 99.900. Ada juga dua perempuan pembawa kendi.
Menurut tetua adat Kemiren, Barong Ider Bumi sudah berlangsung sejak tahun 1940. Pelaksanaannya serba dua, karena kekuatan pelestarian alam ada dua. Baik dan buruk, wanita dan laki-laki.
Asal muasal adanya Barong Ider Bumi berawal dari adanya wabah pagebluk (penyakit) dan bencana yang melanda Kemiren. Setelah itu, tetua adat di Desa Kemiren mendapat wangsit melalui mimpi Buyut Cili (yang merupakan tetua adat Kemiren terdahulu). Dikatakan bahwa untuk menghilangkan pagebluk itu harus dilaksanakan Barong Ider Bumi.
Dalam iring-iringan Barong Ider Bumi diharuskan ada ”barong” sebagai lambang persatuan, ”uang koin” sebagai pengusir lelembut, dan ”sembur uthik-uthik” beras kuning sebagai pelengkap.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Tips Merawat Batik  

 Saat mencuci, diterjen harus cair dulu
 Jangan diperas
 Bila sudah kering, langsung angkat dari jemuran
 Panas setrika sesuaikan dengan jenis kain
 Simpan di lemari dan diberi pewangi
 Jangan pakai parfum secara langsung

Semoga bermanfaat!

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


Jenis Batik Banyuwangi  

Tak banyak orang yang tahu, bahwa sejatinya Banyuwangi merupakan salah satu daerah asal batik di Nusantara. Banyak motif asli batik khas Bumi Blambangan. Namun hingga sekarang, baru 21 jenis motif batik asli Banyuwangi yang diakui secara nasional.

Jenis-jenis batik Banyuwangi itu salah satunya antara lain:
1. Gajah Uling
2. Kangkung Setingkes
3. Alas Kobong
4. Paras Gempal
5. Kopi Pecah
6. Gèdèkan
7. Ukel
8. Moto Pitik
9. Sembruk Cacing
10. Blarak Semplah
11. Gringsing
12. Sekar Jagad

Semua nama motif dari batik asli Bumi blambangan ini ternyata banyak dipengaruhi oleh kondisi alam. Misalnya, Batik Gajah Uling yang cukup dikenal itu, motifnya berupa hewan seperti belut yang ukurannya cukup besar. Motif Sembruk Cacing juga motifnya seperti cacing dan motif Gedegan juga kayak gedeg (anyaman bambu). Motif-motif batik yang ada ini merupakan cerminan kekayaan alam yang ada di Banyuwangi. Motif batik seperti di Banyuwangi ini tidak akan ditemui di daerah lain dan merupakan khas Banyuwangi.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


About Kanker  

Bukan Kantong Kering ya.............!!!!
Ini tentang penyebaran sel kanker.
SEL KANKER HIDUP DENGAN:

• Gula adalah umpan kanker. Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu berbahaya. Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes tebu tetapi dalam jumlah yang amat sedikit. Garam meja mempunyai tambahan kimia untuk membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.
• Susu membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan.
• Sel kanker tumbuh dengan subur di lingkungan asam. Diet anti daging adalah bersifat asam, yang terbaik adalah memakan ikan dan ayam daripada daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker.
• Diet dengan 80% sayur dan buah segar, biji-bijian dan kacang-kacangan membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. 20%nya bisa diperoleh dari makanan matang termasuk kacang. Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dalam 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat. Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum jus sayur segar (semua sayuran termasuk kacang2an) dan makan sayuran mentah 2 atau 3 kali sehari. Enzim rusak pada temperature 104 derajat Farenheit atau 40 derajat Celcius.
• Hindari kopi, teh, dan coklat yang mempunyai kafein tinggi. Teh hijau adalah alternative terbaik yang mempunyai sel penumpas kanker. Yang terbaik meminum air bersih atau air yang telah disaring untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng.

Bukaaaa...

AddThis Social Bookmark Button


 

Design by Amanda @ Blogger Buster